Bingung bagaimana cara mengobati penyakit menorhagia? Yuk simak.

Sumber: Hpathy.com
Penyakit menorrhagia selain menurunkan atau menghentikan volume perdarahan yang cukup banyak ternyata dapat mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, pengobatan tersebut pada penyakit menorrhagia juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Namun, apabila tidak ada kecurigaan dari sebuah kasus yang serius sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari-hari, pengobatan tidak diperlukan. Ada dua jenis cara untuk mengobati penyakit menorrhagia, yaitu melalui obat-obatan dan operasi. Sebagian dari mereka yang mengalami penyakit tersebut tentunya lebih memilih obat-obatan ketimbang operasi. Dokterpun sama, ketika tidak ada kondisi yang dapat dikatakan serius, maka saran terbaik lakukan beberapa pengobatan terlebih dahulu sebelum dilakukannya operasi.. berikut jenis-jenis obat-obatan yang dapat mengobati menorrhagia tersebut: 
  • Analog GnRH-a (gonadotropin releasing hormone analogue). Ini merupakan salah satu obat yang efektif dalam mengurangi perdarahan saat menstruasi. Terapi agonis GnRH-a biasanya tidak dilakukan secara rutin, namun lebih sekadar pengobatan sementara bagi pasien yang akan menempuh jalan operasi untuk mengobati menorrhagia. Kadang-kadang, dalam kasus tumor jinak di dalam rahim atau fibroid, hormon agonis GnRH-a dapat diberikan dalam bentuk suntik. 
  • Pil kontrasepsi kombinasi. Pil yang mengandung hormon progestogen dan estrogen ini dapat mencegah pelepasan sel telur di dalam rahim setiap bulannya. Selain mengobati menorrhagia, obat ini juga dapat mengurangi nyeri haid dan mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur sekitar 40%. 
  • LNG-IUS (levonorgestrel-releasing intrauterine system). Ini merupakan sejenis alat kontrasepsi yang mampu menurunkan perdarahan hingga 90%. LNG-IUS bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan lapisan rahim. Alat plastik berukuran kecil ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Di dalam rahim LNG-IUS kemudian akan melepaskan hormon progestogen secara perlahan-lahan.
  •  Tablet asam traneksamat. Obat ini terbukti mampu menurunkan perdarahan hingga hampir 50%. Asam traneksamat bekerja dengan cara membantu proses penggumpalan darah di dalam rahim. 
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Selain dapat meredakan gejala nyeri, obat ini juga dapat menurunkan produksi salah satu hormon yang berperan dalam terjadinya menorrhagia, yaitu hormon prostaglandin. Contoh obat OAINS yang bisa digunakan adalah ibuprofen, naproxen, dan asam mefenamat. Obat ini bisa menurunkan perdarahan hingga 20-50%. 
  • Progestogen suntik dan norethisterone Kinerja keduanya dalam mengobati menorrhagia sama seperti LNG-IUS, yaitu memperlambat pertumbuhan dinding sel rahim. Efek samping yang biasa muncul dari penggunaan progestogen suntik adalah kenaikan berat badan, tertundanya kehamilan (biasanya hingga enam bulan sampai setahun setelah pengobatan dihentikan), sindrom prahaid (nyeri payudara, retensi cairan, dan perut kembung). Sedangkan efek samping norethisterone oral adalah nyeri payudara dan tumbuhnya jerawat. 
“dilansir dari laman Sehatq”  penyakit menorrhagia merupakan sebuah kondisi perdarahan menstruasi yang terjadi dalam jumlah yang banyak. Beberapa kebanyakan kasus, perdarahan tersebut memiliki penyebab tersendiri seperti fibroid rahim. Tetapi ada beberapa kasus dimana penyebab menorrhagia tidak dapat diketahui. Secara medis, penyakit menorrhagia ditentukan berdasarkan jumlah kehilangan darah yang terlalu banyak sepertihalnya lebih dari 80 ml pada setiap siklus menstruasi. Namun kebanyakan dokter menentukan menorrhagia tidak hanya berdasarkan banyaknya darah yang keluar akan tetapi juga seberapa besar perdarahan tersebut yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari buat sipenderita atau yang mengalami tentang kasus ini. Dokter akan menilai tingkat separah apa rasa nyeri yang dialami, perubahan mood, dan gangguan dalam pekerjaan, aktivitas seksual dan aktivitas lainnya juga menjadi penilaian dalam mengetahui seberapa parah ataupun kondisi yang terjadi sehinga akan memperburuk keadaan..

Sumber referensi Alodokter.com

Belum ada Komentar untuk "Bingung bagaimana cara mengobati penyakit menorhagia? Yuk simak."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel