Saat Perceraian Jadi Pilihan Terbaik


Perkara yang diperbolehkan tapi juga dibenci oleh Tuhan Saat Perceraian Kaprikornus Pilihan Terbaik

Perkara yang diperbolehkan tapi juga dibenci oleh Tuhan, itulah perceraian.

Tentu siapa yang tidak mau mempunyai keluarga yang bahagia, hening dan langgeng hingga jadinya dipisahkan oleh maut. Tapi pada kenyataannya, impian dan realitas dapat jadi gak sama ya Mak. Itulah mengapa berbagai pasangan yang jadinya dengan berat hati memutuskan dan menentukan perceraian sebagai solusi.

Mengapa Harus Bercerai?


Ada banyak alasan yang menciptakan pasangan memutuskan  untuk bercerai, contohnya lantaran sudah terlalu sering bertengkar, tidak lagi punya rasa sayang terhadap pasangan dan yang paling sering diungkapkan yaitu lantaran sudah tidak punya kesamaan visi berumahtangga. Dalam masyarakat kita, perceraian masih dianggap sebagai malu dan sebuah kesalahan besar kalau rumah tangga berakhir dengan perceraian. Kenapa? lantaran kita seringkali mengukur dan menilai oranglain dengan sudut dan kacamata pandang kita.


Empati dan simpati seringkali tidak hadir dalam kehidupan sosial kita, sehingga dengna gampang kita menilai jelek oranglain. Padahal dapat jadi keputusan itu, keputusan terbaik termasuk dalam hal perceraian.  Sejarah menawarkan ada banyak kisah yang menceritakan bahwa perceraian tidak melulu disebabkan lantaran alasan-alasan remeh dan sepele.

Misalnya kita dapat mengingat kembali kisah Abu Bakar Ash Shiddiq ra, Sahabat erat Nabi Muhammad saw yang justru meminta anaknya Abdullah untuk segera menceraikan istrinya Atikah. Kenapa? Karena Abdurrahman terlihat sangat, sangat mengasihi istrinya, rumah tangganya sangat bahagia, tidak pernah ada pertengkaran sekecil apapun. Hal ini menciptakan Abu Bakar ra khawatir dan cemas, kalau-kalau kecintaan anaknya terhadap istrinya yang begitu besar dapat mengalahkan rasa cinta kepada Allah swt. Ya, dan Abdurrahman pun taat kepada sang Ayah, ia segera ceraikan sang istri meski dengan hati yang sangat berat, namun sadar itu dilakukannya untuk menjaga ketaatannya kepada sang Khalik.

Kelak, Abdurrahman diceritakan kembali rujuk dengan istrinya. Namun ia mengambarkan kepada sang Ayah bahwa rasa cintanya tidak melalaikan kecintaannya kepada Allah swt. Ia pun meninggal di medan peperangan tidak usang berselang sehabis rujuk dengan Atikah.


Hikmah dari perceraian, adakah?


Mak, dalam setiap insiden selalu ada hikmah, termasuk dalam hal perceraian. Ada banyak alasannya yaitu yang menciptakan perceraian terjadi, jadi kita dihentikan dan tidak berhak untuk menilai perceraian apalagi mencap sebagai malu besar ketika harus berakhir dengan kata cerai.

Cerai yaitu dispensasi yang Allah berikan lantaran sifatnya darurat. Kenapa darurat? Karena dapat jadi kekerabatan rumah tangga sudah tidak lagi berkah, memburuk dan sulit untuk keduanya untuk saling menghargai dan menghormati sebagai sesama pasangan. Jadi, cerai bukan hal haram dilakukan , tapi juga jangan hingga terlalu gampang mengumbar kata cerai. Ada banyak pesan tersirat yang dapat diambil dalam perceraian, contohnya jadi waktu introspeksi untuk kedua pasangan. Memperbaiki diri dan menyadari kesalahan. Hingga akhirnya, berakhir pada kembali rujuk dengan pasangan sebelumnya dengan niat memperbaiki kekerabatan atau memulai kehidupan dengan oranglain.


Perceraian juga dapat berarti penyelamatan. Kalau diibaratkan rumah  tangga itu mirip kapal, maka rumah tangga yang sering dihiasi dengan pertengkaran mirip layaknya mau karam. Maka, evakuasi wajib dilakukan. Perceraian dapat jadi evakuasi baik untuk istri, suami, anak bahkan keluarga besar. Ada suami yang diselamatkan dari istri yang durhaka. Ada istri yang diselamatkan dari kebengisan suami. Ada anak yang diselamatkan dari konflik rumah tangga yang tidak baik bagi perkembangan psikis emosinya.

Jadi Mak, ketika perceraian jadi pilihan terakhir dalam rumah tangga, pastikan akhiri dengan penuh kesabaran dan ketenangan. Terutama kalau pasangan sudah dikaruniai anak, maka pendekatan kepada anak wajib dilakukan untuk menjaga perasaannya. Komunikasikan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pastikan anak tetap mendapat ayah dan bundanya meskipun nanti sudah tidak bersama lagi.


Belum ada Komentar untuk "Saat Perceraian Jadi Pilihan Terbaik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel